Safety Riding IS NOT an OBLIGATION, BUT a SELF CONSCIOUS!

Safety Riding IS NOT an OBLIGATION, BUT a SELF CONSCIOUS!

Apa sih Safety riding menurut saya? 

Safety riding bukanlah sebuah kewajiban atau peraturan, tapi kesadaran diri pribadi sendiri:
1. Kesadaran akan keselamatan dirinya, 
2. kesadaran akan cinta dari orang-orang disekelilingnya, 
3. kesadaran bahwa kecelakaan itu menyakitkan. 

Safety Riding bukan sekedar menggunakan helm minimal full face, sepatu safety, body-knee-elbow protector, sarung tangan kevlar dll dsb. Bukan, safety riding tidak sedangkal itu.

Yang diatas itu adalah Safety Riding ala Anak Club/Komunitas Motor! Itu bukan Safety Riding, tapi PERLENGKAPAN PENDUKUNG SAFETY RIDING.

Safety Riding (SR) sesungguhnya, maknanya jauuuhh diatas sekedar “kaga pake helm cetok dan sendal jepit”. SR adalah bagaimana kita berkendara dengan kemampuan dan skill yang memadai dengan gaya berkendara kita. 

Maksud Loe..?  

Maksudnya adalah:
1. Kemampuan mengendalikan motor dalam segala tingkat kecepatan.
2. Kemampuan membaca kondisi jalan dan lingkungan
3. Kemampuan mengendalikan emosi
4. Kemampuan mematuhi Peraturan Lalu Lintas.
5. Kemampuan membaca karakter “lalu lintas” secara cepat & beradaptasi dengan kondisi jalan yang dilalui.
6. Kemampuan tidak membahayakan pengendara lain disekitar kita.
7. Kemampuan mengendalikan kondisi tubuh dan pikiran.
8. Kemampuan tetap sadar dan tidak panik kala kecelakaan.

wah.. panjang khan..? Kepalang daaahh.. 
1. Kemampuan mengendalikan motor dalam segala tingkat kecepatan.  
Setiap rider pasti bisa naik motor, apalagi motor sekarang rata2 kenceng dari orok nya. Tapi, apakah semua punya kemampuan berhenti dari kecepatan tinggi yang dikembangkannya? Apakah semua mampu mengendalikan motor apabila tiba2 ada handicap/halangan yang muncul tanpa diduga? 
Jika jawabannya YA, satu step dari Safety Riding sudah terlaksana. 

2. Kemampuan menghapal kondisi jalan dan lingkungan sehari-hari  
Setiap rider wajib “hapal” kondisi jalan yang dilaluinya sehari2. Dimana ada lubang, dimana ada polisi tidur, dimana ada perempatan berbahaya dll. Sehingga kemungkinan terjadi kecelakaan pada jalur itu bisa di reduce./dikurangi.
Jika jawabannya YA, satu step lagi dari Safety Riding sudah terlaksana. 

3. Kemampuan Mengendalikan Emosi  
Setiap rider, wajib hukumnya dapat mengendalikan emosi. Biasanya, rider kampungan kalau ribut ama pacar langsung ngebut kaya orang gila dijalanan, tanpa peduli dengan pengendara lain dan lingkungan. Kalau mau mati, mendingan loncat aja dari fly over bro, jangan nyusahin orang lain!
Selain contoh itu adalah, mengurangi kesempatan terjadi perkelahian/persinggungan dijalan raya. Percuma pake helm full face dan full protector tapi muka bengep gara2 ditonjok orang dijalan. 
Jika jawabannya YA, satu step lagi dari Safety Riding sudah terlaksana. 

4. Kemampuan Mematuhi Peraturan Lalu Lintas.  
Godaan menerobos lampu merah dikala malam yang sepi dan gak ada polisi itu selalu ada. Tapi ingat, di Jakarta banyak penganut ilmu Dedi Corbuzier alias naik motor gak pake lampu malam2. Niat iseng nerobos lampu merah bisa berakibat fatal!
Jika jawabannya YA, satu step lagi dari Safety Riding sudah terlaksana. 

5. Kemampuan membaca karakter “lalu lintas” secara cepat & beradaptasi dengan kondisi jalan yang dilalui.  
Seorang Rider yang baik, akan observasi singkat terhadap kondisi jalan yang dilalui, dalam artian karakter dari pengendara2 lainnya dijalan itu. 
Perhatikan saja, pengendara di jalur Djuanda Depok, berbeda dengan karakter pengendara di Pasar Minggu. Atau di Ciledug, berbeda jauh karakternya dengan di Jalan Panjang.
Seorang Rider yang baik dituntut mampu beradaptasi dengan setiap kondisi jalan dan karakter pengendara dijalan yang dilaluinya itu.
Beberapa jalan di jakarta banyak pengendara motor yang suka belok tiba2 dari kanan ke arah kiri tanpa sign. 
Jika jawabannya YA, satu step lagi dari Safety Riding sudah terlaksana. 

6. Kemampuan tidak membahayakan pengendara lain disekitar kita.  
Aroganisme kadang menjadi virus membahayakan dikalangan “anak motor”. Ketika berjalan sendiri, paling narsis dan bangga terhadap motornya. Tetapi ketika berjalan berombongan, alamaakk rombongan pengantar jenazah aja kalah sadis dan ekstrem nya!!! 
Kadang kelakuan ini membahayakan pengendara lainnya di jalan tersebut. Ingat, dalam satu rombongan skill/kemampuan berkendara tiap member tidak sama dan seimbang. Mungkin yang didepan jago, tapi yang dibelakang blo’on akhirnya senggolan dengan pengendara lain akhirnya celaka. 
Jika jawabannya YA, satu step lagi dari Safety Riding sudah terlaksana. 

7. Kemampuan mengendalikan kondisi tubuh dan pikiran.  
Banyak kecelakaan terjadi karena seorang rider mengabaikan “peringatan” dari tubuhnya, alias memaksakan diri. Contohnya sudah tahu mengantuk, bukannya menepi dan beristirahat malahan maksa jalan terus, akhirnya ketiduran diatas motor dan terbang dari Fly Over! Atau hal mudah, menahan kencing atau buang air besar. Bukannya mencari pom bensin utk buang hajat, tapi maksa kudu sampe tempat tujuan, akhirnya ngebut dan konsentrasi terpecah. Gak mau khan kecelakaan terus pingsan dengan kotoran yang tadi ditahan keluar lalu blepetan..? Gak cihuy banget! Gak cool bro!  

8. Kemampuan tetap sadar dan tidak panik kala kecelakaan.  
Jika suatu saat akhirnya terjadi kecelakaan, seorang rider tidak boleh panik dan “tidak rela jatuh”. Jika harus jatuh, yah jatuhlah dengan teknik yang benar.
Apa sih itu teknik jatuh yang benar?
Secara singkat adalah:
a. Tidak memegang motor
b. Walau sekelibat, cari tempat jatuh yang aman.
c. Kepalkan semua jari tangan dan tekap depan dada, jangan depan helm. Kaki tekuk sedekat mungkin dengan perut.
d. Berguling, jangan terlentang/tengkurap.
e. Jangan peduli hal yang lain selain selamat dulu dari jatuh ini.
f. Jangan langsung berdiri, tapi yakinkan tempat berhenti bergulunganya aman dan tidak ditengah jalan.
g. Ambil napas dan rasakan apakah ada luka dalam/nyeri didalam dan duduk dengan tenang.
h. Setelah 10 detik dan tidak pusing, baru lihat kondisi motor dan korban lain. 
i . Apapun yang terjadi jangan panik, jangan emosi dan tetap waspada. Periksa barang2 bawaan dan boncenger jika ada.
j. Telpon kawan2 terdekat dan minta bantuan, itu gunanya masuk komunitas/club.

Nah.. 
Kalo menurut gw, itulah safety riding.. 
Bukan sekedar harus pake sepatu walau kewarung didalam kompleks,
Bukan sekedar harus pake helm standar walau mengantar emak kedepan gang,
Bukan sekedar MALU pake Helm Cetok dan Sendal Jepit…

Safety Riding adalah Kesadaran Pribadi.
Kesadaran bahwa Celaka Itu Sakit.
Kesadaran bahwa Celaka Itu Rugi
Kesadaran bahwa jika memang celaka, setidaknya efeknya bisa diminimalisir.

Salam dan maaf jika ada yang kurang berkenan.

Tentang Tulus Budi

Seorang Biker PENCA yg hanya ingin berbagi.... berbagi tentang pengalaman nglayap, tentang motor dan tentang hidup
Pos ini dipublikasikan di Pedoman DMC. Tandai permalink.

3 Balasan ke Safety Riding IS NOT an OBLIGATION, BUT a SELF CONSCIOUS!

  1. nurrahman18 berkata:

    artikel yg cukup lengkap dan tidak kaku dibaca, emang berkendara sepeda motor bukan perkara “sepele” sebenarnya, ada etika dan emosi yg dilatih🙂

  2. andryberlianto berkata:

    Menarik .. sangat menarik ……………
    Thumbs up buat artikelnya …

  3. Demar berkata:

    nice article…
    imho: menurut gw dasar dr safety riding adalah: kemampuan MEMAHAMI, MEMPRAKTEKAN dan MENTAATI PERATURAN.
    – Peraturan Lalu Lintas
    – Peraturan pd buku pemilik sepeda motor
    – Peraturan LLAJR (mengenai beban dan barang)
    – Peraturan/teori dasar mengendarai kendaraan bermotor (riding course)

    Semua PERATURAN itu diuji praktekan saat kita mengajukan permohonan SIM dan ini persyaratan Lalin internasional. Sayangnya, pengetahuan ini sangat minim, bahkan tdk diketahui sama sekali oleh sebagian besar pengendara sepeda motor (mobil juga deng).

    Semua peraturan tsb dibuat yg ujung2nya demi keselamatan para pengguna jalan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s