7 (Tujuh) Kecelakaan Motor Dan Cara Menghindarinya

7 (Tujuh) Kecelakaan Motor Dan Cara Menghindarinya

artikel asli di copy dari: 7 Peti Mati ( 7 Deadly Bins )
firman1910@yahoo. com <mailto:firman1910@yahoo. com>

Artikel berikut adalah 7 skenario tabrakan yg didasari dari
kecelakaan yg sebenarnya dimana si pengendara2 motor ybs tewas.
Mereka tak sempat menerangkan apa yg salah, jadi dibuatlah skenario
ini, menghindari maut dan tetap selamat dgn mempelajari kesalahan
mereka.

1. Perpotongan Jalur Berbahaya (Junction Jeopardy)

Pembunuh nomor satu, tabrakan di perpotongan jalur selalu sama dan
berakibat serius, dapat terjadi pada siapa saja yg biasanya
pengendara lain yg terlibat mengklaim bahwa mereka tak melihat ada
motor datang, meskipun begitu pengendara motor bisa menghindari dgn
defensive riding dan tetap awas.

Apa yg salah :

Pengendara motor berjalan di belakang sebuah mobil, ketika mobil tsb
belok kiri, motor melaju bermanuver melewati mobil tsb di sisi kanan,
ternyata dari arah kiri ada mobil lain yg melaju baik lurus maupun
belok kanan/kiri.

Cara menghindar kesalahan :
– jangan pernah mendahului dari kanan dimana bisa jadi ada kendaraan
masuk/belok di jalur anda tanpa peringatan, dahului dari kanan bila
jelas2 perpotongan jalur tsb bersih dan aman tak ada kendaraan lain.
– masuki tiap perpotongan jalur dgn sebanyak mungkin penglihatan dan
informasi, perhatikan posisi kendaraan dan lampu2 sen, tapi jangan
menyimpulkan apa2. Nantikan yg tidak dinanti nanti.
– tanyakan pada diri sendiri “sudahkah saya terlihat?”, pastikan anda
di garis lihat pengendara mobil, kalau perlu terjadi kontak mata,
bila ragu2 siapkan yg terburuk.

2. Tikungan yg Kacau (Cornering Chaos)

Jujur saja, tewas ditikungan adalah mati konyol, karena bisa
dihindari dan tak ada alasan yg pantas utk itu. Tetap hidup, dlm
kasus ini sangat sederhana, berkendaralah dgn keterbatasan anda.
Status membuktikan bahwa pengendara motor tak berpengalaman atau yg
sudah lama tak bawa motor adalah yg terbanyak mendapatkan kecelakaan
ini, yg mengejutkan adalah terjadi meski jalan tidak basah.

Apa yg salah :
Pengendara motor memasuki tikungan terlalu cepat hingga gagal
prediksi radius tikungan dan tak sempat melihat keadaan di ujung
tikungan lalu berada di garis tikung yg tdk tepat hingga terlalu
dekat dgn jalur arah lawan dan gagal menikung dgn benar hingga panik
(ada yg menurunkan gas dan mengerem) hingga ketika keluar tikungan
motor malah lari jauh ke arah lawan hingga bertabrakan dgn kendaraan
dari depannya.

Cara menghindar kesalahan :
– rem dan atur posisi gigi segera, atur kecepatan hingga bisa merubah
jalur menikung bila diperlukan, perhatikan keadaan tikungan bila ada
tanda2 marka jalan kemana arah tikungan tsb.
– masuki garis tikungan dgn penglihatan terbaik utk melewatinya –
bukan garis tikungan balapan, dgn menyisakan ruang antara anda dan
kendaraan dari arah lawan.
– jika tiba2 tikungan menyempit (baik keadaan jalan maupun ada
kendaraan lain), jangan panik, karena panik bisa membuat motor hilang
kendali.

3. Mendahului yg Kebablasan (Overtaking Oblivion)

Tabrakan ketika mendahului adalah kasus paling banyak ke tiga dlm
kecelakan motor, meskipun si pengendara motor biasa dan bisa
mendahului kendaraan yg melaju lebih lambat.

Apa yg salah :
Pengendara motor melaju terlalu dekat pada kendaraan didepannya
hingga banting setir kekanan dan berusaha mendahuluinya, ternyata
didepan kendaraan tsb ada kendaraan lagi hingga si pengendara motor
berusaha melewati keduanya, karena salah perhitungan dan salah atur
jarak lalu keluar jalur masuki arah lawan dgn tak ada waktu dan jarak
lagi utk pindah jalur hingga terjadilah tabrakan dgn kendaraan dari
arah lawan.

Cara menghindar kesalahan :
– kunci mendahului adalah perencanaan yg matang, jangan gak sabaran,
terburu2 atau agresif, posisikan diri anda dgn penglihatan terbaik
kearah jalan didepan, pastikan posisi gigi yg pas utk menaikkan
akselerasi.
– perhatikan jalan didepan dgn seksama, adakah hal2 yg berpotensi
bahaya? jika ada sedikit saja keraguan di hati, jangan mendahului!,
karena sebentaran saja anda dapat lagi kesempatan utk mendahului.
– lihat kaca spion dan area yg tak nampak di kaca spion lalu nyalakan
lampu sen dan segera mendahului secepat dan semulus mungkin, ambil
segera jalur semula dan jaga ruang antara anda dan kendaraan lain
seluas mungkin.

4. Pemilahan yg Rusak (Filtering F**k-Up)

Bisa memilah melaju melewati kendaran2 di jalanan yg ramai adalah
praktis maju yg terbesar dalam mengendarai motor sekaligus berbahaya.

Apa yg salah :
Pengendara motor melaju terlalu cepat di jalur 2 atau 3 dgn estimasi
kecepatan 45kpj lebih cepat dari kendaran lain disekitarnya yg akan
didahului, tiba2 salah satu kendaraan bermanuver pindah jalur tepat
didepannya hingga si pengendara motor tak bisa menghindarinya dan
terjadilah tabrakan.

Cara menghindar kesalahan :
– berkendaralah dgn kecepatan yg memungkinkan anda utk berhenti atau
bermanuver dgn tepat, disarankan jangan lebih dari 15kpj dari
kendaraan lain disekitar yg akan didahului.
– duduk tegak dan fokus terhadap jalan didepan, perhatikan tanda2 yg
berpotensi bahaya, awas terhadap lampu2 sen kendaraan lain,
perempatan2, pejalan kaki yg nyebrang dll, sisakan ruangan antara
anda dan kendaraan lain.

5. Berkendara kelompok yg Berdukacita (Group Riding Grief)

Berkendara dgn teman2 bisa menyenangkan sekaligus dapat menimbulkan
masalah. Berkendara kelompok tdk termasuk dlm catatan resmi kasus
kecelakaan bermotor, tapi secara tetap tercatat sbg faktor penyumbang
yg tidak bisa diabaikan. Porblem terbesar adalah si pengendara motor
beresiko kecelakaan karena keinginan utk show off atau pamer
kebisaanya bermotor didepan teman2nya. Berkendaralah dgn kenyamanan
anda sendiri, jangan terpancing oleh ulah teman anda.

Apa yg salah :
4 motor atau lebih berkendara kelompok, dgn 3 motor di belakang
sebuah kendaraan lain dan satu motor didepan kendaraan lain tsb
sekalgus di belakang kendaraan lain, satu dari 3 motor dibelakang
mencoba mendahului, tiba2 satu motor didepan tsb juga mendahului
kendaraan didepannya tanpa memberi tanda dan tak melihat spion, motor
yg dibelakangnya tak sempat menghindar hingga terjadi tabrakan.

Cara menghindar kesalahan :
– kecuali anda memiliki kepercayaan penuh terhdp teman2 kelompok
berkendara di sekitar anda, tetaplah dalam formasi dan memberi ruang
gerak yg banyak utk mereka, jangan coba2 menerka apa aksi dan manuver
yg akan mereka lakukan.
– beri kejelasan terhadap teman2 kelompok berkendara di sekitar anda
bila anda ingin bermanuver, menolehlah dan beri tanda2 yg jelas.
– ketika mendahului, pertimbangkan pula teman2 kelompok berkendara di
sekitar yg dibelakang dgn memberi ruang gerak yg cukup. jika
mengikuti motor lain, jangan dasari gerak mendahului anda dgn motor
yg ada didepan.

6. Tragedi Putaran (Turn Tragedy)

Ada beberapa kecelakaan yg melibatkan kendaraan yg memutar di U-Turn
dgn pengendara motor yg melaju dari arah lawan. Pengendara motor
biasanya jarang disalahkan terhadap jenis kecelakaan ini, tapi
tetaplah berhati-hati.

Prediksi dan bereaksi akan kecepatan dan keberadaan kendaraan lain di
jalur lawan dari kemungkinan berputar tiba2, jangan percaya pada
lampu sen yg diberikan karena bisa terjadi kesalahpahaman (seperti
ketika berputar memberi sen kanan, tiba setelah dijalur lawan masuk
ke kiri jalur).

Beri ruang gerak jika nampaknya kendaraan dari arah lawan akan
berputar, jika mendahului di satu jalur yg padat merayap, kendaraan
yg antri didepan biasanya bermanuver kekanan mencari celah jalan
didepannya.

7. Tabrakan belakang (Rear-end Wreck)

Melaju kencang di belakang kendaraan lain sepertinya terdengar bodoh
ya? bisa jadi, tapi mengejutkan, terhitung 10% kecelakan bermotor
dalam 9 grup contoh kecelakaan fatal dan menurut status, pengendara
motor biasanya banyak disalahkan dalam kecelakaan jenis ini daripada
kecelakan jenis lain, juga menunjukan terjadi pada pengendara motor
yg masih muda, laki laki dan mengendarai motor yg kecil.

Perhatikan jalan didepan, jangan terganggu dgn “pemandangan” yg ada
disekitar, bereaksilah segera terhadap lampu rem yg menyala didepan
atau tanda2 yg menyebabkan terjadinya kelambatan didepan.

Kenali rem motor anda, banyak pengendara motor tak menyadari potensi
akan rem motor mereka, sering2 lah tes rem mendadak dan kuat rem
motor anda di empat yg sepi dan beraspal bagus utk mengetahui
seberapa cepat motor anda berhenti, jangan berhenti mencoba pada tes
pertama, terus lah mencoba, usahakan berangsur angsur hingga
didapatkan perhentian yg maksimal.

Kesalahan dalam Percobaan (Error on Trial)

Kecelakaan tidak begitu saja terjadi, ada sebabnya. Kesalahan manusia
menjadi faktor utama. Berlawanan dari opini populer yg ada, tak semua
kecelakaan disebabkan oleh pengemudi mobil, pengendara motorpun
berbuat kesalahan. Dari Error on Trial yg dilakukan didapat data sbb :

Mobil
– gagal melihat dgn semestinya 18%
– gagal memutuskan10%
– kecerobohan 9%
– manuver yg buruk 8%
– kehilangan kendali 8%

Motor
– kehilangan kendali 14%
– gagal melihat dgn semestinya 14%
– gagal memutuskan10%
– manuver yg buruk 10%
– kecerobohan 9% 

Tentang Tulus Budi

Seorang Biker PENCA yg hanya ingin berbagi.... berbagi tentang pengalaman nglayap, tentang motor dan tentang hidup
Pos ini dipublikasikan di Pedoman DMC. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s