PEDOMAN GRUP RIDING / KONVOI

STANDAR KONVOI (Group Riding)

Published Date 

2 September 2010 

   

ini adalah panduan sederhana tentang konvoi tapi lebih baik kita sebut sebagai penyeragaman atau standarisasi konvoi supaya ritme touring mudah dibentuk, terhindar dari kesan arogan dan tetap tidak mengganggu hak orang lain. yang paling penting dan perlu diingat adalah konvoi touring biker adalah bukan konvoi VVIP.
# motor dalam keadaan baik secara keseluruhan
# mental dan fisik biker maupun boncenger dalam keadaan fit secara keseluruhan
# patuhi semua standar SAFETY RIDER
# datang tepat waktu baik di start point ataupun di meeting point
# masuk dalam klotur (kelompok touring) yang telah ditentukan

TATA CARA PEMBERANGKATAN :
hal ini berlaku untuk setiap pemberangkatan baik dari start point dan setiap stop point (check point, emergency stop, dll) yang ditentukan oleh RC (road captain)
# RC memberikan tanda siap berangkat dengan menghidupkan mesin motornya dan
memposisikan motornya sebagai RC (terdepan)
# peserta mengikuti dengan membentuk barisan 1 (satu) kolom dan ditutup oleh Sp (sweeper)
# RC memberikan tanda akhir siap berangkat (lihat hand code) diikuti oleh peserta yang sudah siap
# Sp memberikan tanda konfirmasi siap berangkat kepada RC (lihat horn code)

TATA CARA KONVOI :
# dibagi dalam beberapa klotur dengan maksimum peserta 40 motor per klotur
# tidak membentuk garis lurus dengan motor didepannya
# posisikan motor lebih ke kanan atau ke kiri terhadap motor didepan
untuk memberikan jarak menghindar bila terjadi pengereman mendadak
# atur jarak aman sesuai kecepatan
# pastikan kecepatan tidak melebihi 80 kpj
# tidak melanggar lampu merah
# teruskan pesan hand code (kode tangan) dan foot code (kode kaki) kepada peserta dibelakang
# nyalakan lampu penerang jalan (lampu dekat)
# hidupkan lampu hazard (opsional)
# tidak menggunakan lampu strobo ataupun flip-flop
# tidak menggunakan sirine ataupun pengeras suara
# tidak membunyikan klakson terhadap hal yang tidak perlu atau sudah diwakili oleh RC
# tidak saling mendahului
# pendengaran tetap dominan terhadap kondisi sekitar
# usahakan selalu dan tetap tenang
# tidak meninggalkan peserta yang mengalami masalah (troble) dijalan

TATA CARA DI LAMPU LALU LINTAS (LALIN) ATAU DI PERSIMPANGAN :
# RC mengurangi kecepatan terutama saat lampu menyala kuning untuk menghindari putusnya konvoi
# tetap dalam konvoi kecuali ditentukan lain oleh RC
# tidak menerobos lampu merah sekalipun konvoi harus terputus

TATA CARA KONVOI TERPUTUS :
# Sp memberikan pesan horn code (kode klakson)
# RC mengurangi kecepatan
# setelah bebas dari hambatan, peserta yang terputus bersama Sp
mengejar konvoi dalam kecepatan aman max. 80 kpj
# setelah semua bergabung kembali Sp kembali memberikan horn code

TATA CARA MENGHALAU PENYUSUP :
# maksimalkan jarak motor dengan motor didepannya sesuai kecepatan
# berikan tanda dan berikan jalan untuk mendahului kepada calon dan penyusup
# Sp berusaha mengeluarkan penyusup dengan cara-cara yang baik

TATA CARA PESERTA MENGALAMI MASALAH :
# peserta berikan tanda darurat mohon berhenti jika memungkinkan
# RC memberhentikan konvoi
# Sp advice RC bila tidak mengetahui
# Sp atau salah satu peserta memberi tanda kepada klotur berikut
# tidak meninggalkan peserta dijalan dalam situasi apapun
# tidak meninggalkan peserta sendirian atau lebih baik lagi pending klotur

BILA TERJADI KECELAKAAN MINOR INJURED :
# Sp memberikan tanda kepada klotur berikutnya untuk tidak berhenti
# korban dirawat sementara
# bawa korban ke balai pengobatan terdekat bila perlu

BILA TERJADI KECELAKAAN MAJOR INJURED :
# parkir semua motor di lokasi aman (ditunggui salah satu peserta bila perlu)
# semua peserta mengamankan TKP dan atur lalin
# Sp memberikan tanda kepada klotur berikutnya
# evakuasi dipimpin langsung oleh RC
# RC broadcast berita dan
# wajib stop touring

BILA TERJADI MOGOK :
# klotur emergency stop
# ditangani oleh peserta yang mengerti
# RC cari bengkel terdekat bila tidak bisa ditangani peserta
# antar dan kawal motor ke bengkel terdekat

HAND CODE (KODE TANGAN)
# Tangan Kiri terkepal diatas helm dengan jempol menghadap kebawah:
Kode emergency dengan kendaraannya atau kondisi emergency lainnya. Wajib direspon petugas atau kawan dibelakangnya dengan klakson panjang.
# Tangan kiri/kanan direntangkan sudut 45 derajat disamping badan dengan posisi telapak menghadap kebelakang:
Ada handicap berupa orang/kendaraan berhenti di sisi kanan/kiri.
# Tangan Kiri/Kanan direntangkan sudut 45 derajat memberikan tanda jempol:
Kondisi sudah OK dan perjalanan bisa dilanjutkan.
# Tangan Kiri diangkat lurus keatas dengan jari telunjuk diacungkan (satu jari)
Barisan satu berbanjar kebelakang dengan posisi zig zag, dimulai dengan anggota terdepan dibelakang RC mengambil posisi sebelah kiri belakang RC, kedua di sebelah kanan belakang anggota pertama dan seterusnya dengan jarak lebar kira2 sebatas bahu kiri & kanan RC/anggota depannya.
# Tangan Kiri diangkat lurus keatas dengan jari telunjuk & jari tengah / jari telunjuk & jari kelingking (dua jari) diacungkan:
Barisan berbaris sejajar 2 berbanjar kebelakang. (khusus digunakan untuk konvoi dalam kota/kondisi jalan padat agar rombongan tidak terpencar serta pada saat masuk kesebuah lokasi)
# Tangan kiri diatas helm melakukan gerakan melingkar:
Rombongan berputar arah.
# Tangan kiri diangkat ditekuk sebatas kuping dengan telapak tangan mengepal:
Rombongan berhenti (lampu merah)
# Tangan kiri diangkat lurus keatas, diayunkan kedepan dengan telapak tangan terbuka:
Rombongan berjalan kembali.
# Tangan kiri diangkat lurus keatas, telapak tangan terbuka menghadap kekuping dan diayunkan keluar-kedalam:
Rombongan satu banjar kebelakang merapat satu baris dari posisi zig zag. Biasanya kode ini dilakukan pertama oleh RC bila rombongan akan menyusul kendaraan atau jalanan sempit/gang.
# ancungan jempol = salam brotherhood
# Tangan Kiri diangkat lurus keatas dengan lima jari = konvoi bubar untuk kembali bergabung setelah melewati rintangan (macet)
# menunjuk arah = siap-siap berbelok ke arah yang ditunjuk

FOOT KODE (KODE KAKI)
# turunkan kaki kiri = menunjukan adanya handicap/halangan dijalan berupa lubang atau con atau pembatas jalan dan lain2 yang berupa benda mati disebelah kiri.
# turunkan kaki kanan = menunjukan adanya handicap/halangan dijalan berupa lubang atau con atau pembatas jalan dan lain2 yang berupa benda mati disebelah kanan.
# turunkan kedua kali = menunjukan jalanan rusak, bergelombang, marka melintang, rel kereta api, polisi tidur atau genangan air.

HORN CODE (KODE KLAKSON)
# bunyi panjang = konfirmasi siap berangkat (hanya sweeper);
tanda klotur putus (hanya sweeper);
tanda konvoi sudah kembali komplit setelah terputus (hanya sweeper)
# bunyi pendek dua kali = salam brotherhood
Kondisi Darurat : Bunyikan klakson panjang tanpa henti dan diikuti oleh kawan2 yang lain agar petugas bisa menghentikan rombongan.
Warning: Bunyikan klakson 2x sebanyak 3 kali berturut2. Digunakan kala kendaraan kawan didepan ada kerusakan/tidak beres. Contoh, barang bawaan miring, bracket box patah, ban kempes dll.
Stop and Go: Bunyikan klakson 3x sebanyak 2 kali dimulai dari barisan paling belakang dan disusul kawan didepannya sampai kepada RC, sebagai penanda rombongan akan berjalan dari kondisi berhenti.

PANDUAN TOURING GROUP DAN PERSIAPANNYA

Published Date 

2 September 2010 

   

 

Para peserta touring diharapkan mempersiapkan kondisi kendaraan se-MAKSIMAL
mungkin. Minimal persyaratan safety kendaraan harus sudah terpenuhi. 

Peserta diwajibkan untuk mengisi FULL tangki bahan bakar sebelum keberangkatan sehingga tidak mengganggu kelancaran perjalanan awal.

Metoda blocking di lampu merah, pesimpangan jalan agar peserta konvoi tidak
terputus, diwajibkan tidak terjadi sama sekali dalam touring. 
Petugas harus ber-koordinasi bila harus memecah barisan dalam dua kelompok atau
jumlah yang lebih kecil, untuk nantinya kembali bersatu di areal yang
dinilai aman dan tidak mengganggu mobilitas lain di jalan raya.

HAL2 PENTING YG HARUS DI PATUHI PETUGAS & PESERTA TURING

KONDISI FISIK
1. Diharapkan seluruh peserta turing dalam kondisi SEHAT.
2. Dianjurkan sudah melakukan pemanasan tubuh sebelum mengendarai motornya.
3. Dianjurkan CUKUP ISTIRAHAT sebelum keberangkatan turing .
4. Dianjurkan untuk makan makanan yg bergizi, yg mengandung karbohidrat dan protein 
sebelum keberangkatan turing, demi menjaga kondisi tetap primapada saat perjalanan.
5. Dianjurkan untuk minum minuman suplemen penambah tenaga agar kondisi
tetap terjaga dan tidak mengantuk selama perjalanan.

PERLENGKAPAN DIRI
1.Pakaian dan peralatan pribadi
a. Baju dan Celana ganti.
b. Baju hangat/sweater.
c. Sarung/Sleeping Bag/Matras.
d. Kaos kaki cadangan.
e. Peralatan MCK (handuk, sabun, sikat gigi, pasta, dll.)

2. Perbekalan
a. Makanan kecil/snack/roti.
b. Air mineral/suplemen.

3. Peralatan Penunjang
a. Senter
b.Kantong plastik secukupnya
c. Tali secukupnya
d. Solatip/lagban
e. Gunting
f. Pisau cutter.

4. Surat-surat (diri dan kendaraan)
a. SIM
b. STNK
c. KTP
d. dll

5. Peralatan Pengendara (Standar Safety Riding)
a. Helm (Half/Full Face)
b. Sepatu menutupi mata kaki.
c. Jaket touring.
d. Sarung tangan (dianjurkan yg full finger)
e. Jas hujan (bukan ponco)
f. Rompi/Body protector
g. Balac/Kupluk
h. Arm & Knee Protector

PERSIAPAN KENDARAAN
1. Fungsi STANDAR kelengkapan motor harus tetap terpasang dan berfungsi.[/b]
a. Kaca spion kanan – kiri.
b. Klakson.
c. Lampu Depan, lampu sein, lampu rem
d. Spatbor (jika perlu diberi tambahan)
e. Ban (depan min. ukuran 2.50, belakang min. ukuran 2.75)
f. Speedo meter, indikator bensin, dll.

2. Motor sudah di TUNE-UP, minimal seminggu sebelum keberangkatan
turing.
a. Stel klep.
b. Setting dan Clean Karburtaor + saringan.
c. Ganti oli.
d. Cek busi.
e. Cek kopling.
f. Cek rantai keteng.
g. Cek spul dan magnet.

3. Periksa ketinggian air ACCU.
4. Cek CDI, Coil, Kiprok.
5. Cek kanvas REM.
6. Minyak rem (untuk rem cakram).
7. Cek tekan angin pada BAN dan kelayakannya.
8. Cek VELG.
9. Cek KELISTRIKAN/lampu dan kabel2 penunjang,
a. Sekering.
b. Lampu malam (jauh/dekat).
c. Lampu senja.
d. Lampu rem.
e. Lampu sein.
f. Lampu indikator.
g. Lampu Aksesories.
h. socket2 kabel dan relay (bersih dan tidak berkerak).
i. kabel2 dalam keadaan baik.

10. Cek fungsi SWITCH/tombol2 pd stang.
11. Cek ketegangan RANTAI.
12. Cek dan kencangkan semua BAUT yg terpasang pd motor.

PERALATAN PENUNJANG (wajib)
1. Tool kits (standar).
a. Kunci pas/ring.
b. Kunci Busi.
c. Tang.
d. Obeng plus/min.
e. Kunci inggris.
2. Baut, mur, ring (cadangan).
3. Bola lampu (cadangan)
4. Sekering (cadangan min. 2 buah).
5. Busi (cadangan).
6. Tali kopling (cadangan).
7. Kabel (cadangan).
8. Lap/kain.

PERALATAN PENUNJANG (tidak wajib)
1. Oli
2. Air accu
3. Ban dalam
4. Chain lube/WD40
5. Tip-top
6. Ampelas
7. Power glue

**********

TATA TERTIB

Seluruh peserta turing di harapkan hadir 3~2 jam sebelum keberangkatan,
agar bisa mengikuti briefing pelaksanaan tata tertib ketentuan dalam
perjalanan, juga agar bisa dilakukan pengecekan/scruiting kendaraan seluruh
peserta oleh UKB, serta persiapan2 lainnya.

TATA TERTIB PESERTA TURING
1. Mematuhi peraturan Lalu Lintas.

2. Diharapkan tidak bercanda/ngobrol dengan sesama peserta (apabila tidak
diperlukan).

3. Tidak di perbolehkan melakukan manouver2 yg sekiranya membahayakan diri
sendiri, peserta lain juga pengguna jalan lain.
4. Saling menghormati dengan sesama pengguna jalan.
a. Tidak berbuat arogan dan meng-intimidasi pengguna jalan lain.
b. Memberi kode dan isyarat dgn sopan ketika meminta jalan, juga jangan lupa memberi ucapkan terima kasih sesudahnya dengan mengacungkan jempol.

5. Mengikuti semua petunjuk dari Road Captain (RC), serta wajib meneruskan
semua petunjuk tadi ke seluruh barisan hingga barisan yg paling belakang.
a. Kode tangan (Hand Code)
b. Kode kaki (Foot Code)

6. Peserta turing wajib mentaati perintah dari petugas turing (RC, Blocker,
Sweeper)

7. Tidak menyalakan/membunyikan sirene atau klakson secara terus menerus
selama lm perjalanan, kecuali pada saat2 yg memang sangat diperlukan.

8. Tidak boleh sambil merokok selama berkendara.

9. Tidak menggunakan/dalam pengaruh obat2an. 

Demikian penjelasan tentang persiapan dan tatib turing yg wajib dimengerti
dan dipatuhi Oleh semua petugas dan peserta Turing.
DEMI KENYAMANAN DAN KESELAMATAN SELURUH PESERTA TURING, UKB dengan berat
hati tidak mengijinkan peserta yang tidak memenuhi kriteria keselamatan
berkendara yang sudah di sebutkan diatas untuk mengikuti touring.

Mari kita Kampanye-kan Disiplin Berkendara, Tertib Lalin dan menghormati
sesama pengguna jalan.

Mari kita minimalkan resiko kecelakaan yg mungkin terjadi.

Mudah2an semua itu bisa mengangkat citra bikers di masyarakat pada umumnya,
juga sesama pengguna jalan pada khususnya.

Tentang Tulus Budi

Seorang Biker PENCA yg hanya ingin berbagi.... berbagi tentang pengalaman nglayap, tentang motor dan tentang hidup
Pos ini dipublikasikan di Pedoman DMC. Tandai permalink.

4 Balasan ke PEDOMAN GRUP RIDING / KONVOI

  1. syaiful bahri berkata:

    Ijin mengkopi mas tulus, tampaknya sangat bermanfaat sebagai pedoman saat kita mengadakan touring (pergi bersama-sama pakai motor dengan jumlah besar, sedang maupun kecil).
    Sukses tuk Mas Tulus.

  2. Abdul Syakur berkata:

    Salam brotherhood……
    Sedikit sharing aja pak mengenai batas maksimal kecepatan touring 80 kjp apa tidak terlalu laju mengingat rombingan yangkita bawa adalah motor roda tiga… bisa2 banyak yang ketinggalan dan tercecer tuh dibelakang. DMI Jawa timur membatasi kecepatan touring maksimal 60 kpj. Trus yang kedua untuk foot code (kode kaki) sebaiknya kita hapus aja pak kita ganti kode tangan aja, mengingat kaki teman2 disable yang tidak memungkinkan untuk bisa digerakkan. mungkin sementara itu dulu pak tulus…… Terima kasih

    • Tulus Budi berkata:

      thx pak atas response-nya, klo batas atas nanti akan kita pertimbangkan, kalo untuk kode kaki ini mungkin tetap berlaku HANYA BAGI YANG BISA …. coz kalo diganti kode tangan takutnya malah safety riding-nya berkurang pak….

      makasih ya pak atas masukannya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s