Rapat DMC

Tanggal 21 September 2014 telah dilaksanakan rapat DMC.

Informasi lengkap dapat dibuka di
https://m.facebook.com/groups/135474116518847?ref=bookmark

Dipublikasi di Kegiatan | Tinggalkan komentar

DMC Touring 22-23 Maret 2014

DSCN1222s
Vila Mutiara 2013

DMC Touring Jakarta – Cibogo, Puncak. Perjalanan dimulai dari titik-titik yang sudah ditentukan, yaitu PGC, Pulogadung dan KFC Ciracas. Dengan peserta lebih dari 20 orang, dengan motor roda-3 dan beberapa pemerhati DMC (Pak Ardi, Ibu Rinna, Ibu Suci, dan beberapa anggota Club Scorpio) yang mengiringi perjalanan kami secara beriring-iringan. Touring kali ini mendapat dukungan sponsor GT Tires (Gajah Tunggal), Terima kasih kepada Bapak Arijanto Notorahardjo dan rekan-rekan wartawan otomotif MotoMaxx dan Sportku atas kepedulian dan perhatiannya kepada DMC Jabodetabek sehingga terselenggaranya acara touring ini.

Berangkat dari Ciracas

Berangkat dari Ciracas

IMG_20140322_084514

Dengan peserta 12 motor berangkat dari KFC Ciracas, melalu jalur Raya Bogor, untuk bertemu dengan rombongan lain di SPBU Warung Jambu, Bogor… Hati-hati ya.

Periksa Tekanan angin pada Ban, atau isi nitrogen

Periksa Tekanan angin pada Ban, atau isi nitrogen

Perjalanan dilanjutkan secara beriringan dan tetap menjaga posisi agar selalu di lajur kiri, tidak terputus dan selalu berhati-hati.

Istirahat di Warung Jambu sambil menunggu teman2 yg lain

Istirahat di Warung Jambu sambil menunggu teman2 yg lain

 

Tajur Raya, Menunggu teman yg sedang bermasalah dengan motornya

Tajur Raya, Menunggu teman yg sedang bermasalah dengan motornya

Bersantai setelah makan malam

Bersantai setelah makan malam

Ingin merasakan dinginnya puncak, kami naik ke Ciloto

Ingin merasakan dinginnya puncak, kami naik ke Ciloto

Setelah teman-teman yang menyusul datang, DMC melakukan perjalanan naik ke Ciloto, puncak untuk melihat-lihat suasana, hawa sangat dingin, sangat beruntung kami memakai jaket IRC yang cukup kuat melindungi badan dari angin dingin yang kencang, dan seragam yang penting untuk komunitas yang bepergian bersama.

Bersama teman2

Bersama teman2

Makan Malam

Makan Malam

Rapat DMC

Rapat DMC

Minggu pagi batal melakukan aktifitas di luar ruangan dikarenakan cuaca gerimis dan kabut turun. Acara diganti dengan rapat DMC, update seputar DMC, sponsor kali ini dan tentang anggota

Goody Bag Sponsor GT

Goody Bag Sponsor GT

Juara 1 games

Juara 1 games

Kelompok 2 : Games Komunikasi Kelompok

Kelompok 2 : Games Komunikasi Kelompok

Siap-siap pulang ke Jakarta

Siap-siap pulang ke Jakarta

Pak Beny Pak Adi

Foto Bersama sebelum kembali ke Jakarta

Foto Bersama sebelum kembali ke Jakarta

Pasangan DMC

Pasangan DMC

Pemerhati DMC : Pasangan Ardi+Rinna dan Suci+Salsa

Pemerhati DMC : Pasangan Ardi+Rinna dan Suci+Salsa

Demikian, Touring terlaksana dengan baik dan semua anggota sudah tiba di rumah masing-masing dengan baik juga.

Terima kasih atas semua pihak yang sudah mendukung terselenggaranya acara DMC Touring 22-23 Maret 2014, semoga dapat terlaksana kembali di waktu-waktu mendatang.

Hormat kami,
DMC Jabodetabek
(Indonesian Disabled Friends)

 

 

Dipublikasi di Kegiatan | Tinggalkan komentar

DMC JABODETABEK : Catatan Perjalanan ke Bedeng Gn.Menyan, Leuwiliang, Bogor 3 Februari 2011

Setelah sebulan lebih vacuum ga ga ada acara rupanya membuat tangan temen2 DMC gatel pengen menjelajah jalanan. Akhirnya ada niat untuk mencoba mengunjungi rumah salah satu member DMC yaitu bro Gunawan, setelah ngobrol ngalor-ngidul tentang medan yg harus ditempuh katanya cukup menantang bagi motor-motor beroda-tiga penyandang cacat, medan yg sepi penuh tikungan dan tanjakan tajam tidak serta-merta menyurutkan niat kami untuk mencoba jalur ini.

Akhirnya setelah FB-an dan sms-an terkumpul 11 motor yg bersedia berpartisipasi dalam kegiatan ini yaitu : bro Wahyu, bro David, bro Rudi, bro Irfan, pak Danu beserta Istri, bro Gunawan, pak Candra, mas Adi Gayus, mas Beni, pak ustadz syafrudin serta aq sendiri beserta istriku, perjalanan yang semula direncanakan berangkat dari PGC (pusat grosir cililitan) pukul 08.00 pagi agak ngaret sedikit, saya , bro Irfan dan bro wahyu akhirnya ngumpul di Majestik PGC pada pukul 09.00, lalu kami melanjutkan perjalanan menuju arah Bogor menyusuri Jalan Raya Bogor menuju Khong-Guan Cimanggis dimana rekan-rekan dari arah Ciputat , Fatmawati dan Cipayung sudah menunggu, singkat cerita dimulailah perjalanan indah penuh kenangan ini:

 

Perjalanan Sepanjang Jalan Raya Bogor – PEMDA Cibinong-Taman Jasmine-Dramaga Bogor

Setelah mengarungi perjalanan yg lumayan menyita energi dan emosi karena medan yang lumayan terjal dan hujan yang menemani kami sepanjang perjalanan dari cibatok sampailah kita di bedeng, gunung menyan leuwiliang dan disambut dengan makanan nikmat


Tepat pukul 16.00 karena medan yg disinyalir akan gelap-gulita dan minim penerangan jalan akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Jakarta sebelum malam menjelang, tak lupa foto2 Narsis sambil bergaya…. Menikmati indahnya karunia ALLAH… sambil berucap subhanallah…. Indahnya Ciptaan-MU ya ALLAH…

Demikianlah catatan perjalanan DMC Jabodetabek… Zero Accident , Zero Incident…

 

Keep Brotherhood and Safety Riding… Bravo DMC

Dipublikasi di Kegiatan, Touring | Tag , , | 25 Komentar

DMC JABODETABEK CHAPTER BOGOR, kamipun ada….!!!

DMC merupakan kepanjangan dari Difabel Motorcycle Community, merupakan komunitas bagi pengendara motor Penyandang Disabilitas (penyandang Cacat) di daerah JABODETABEK. Tersebar diseluruh wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi dan Depok saat ini memiliki member sekitar 30-an motor.

 

Satu bukti bahwa kamipun ingin diakui eksistensi-nya di jagad per-motoran di Indonesia…. Bravo DMC… keep Safety Riding and Brotherhood forever….

Dipublikasi di Kegiatan | 11 Komentar

DMC JABODETABEK : Sosialisasi DMC ke Panti Bina Daksa Budi Bhakti Cengkareng

Pada hari Minggu Tanggal 24 Oktober 2010 telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi DMC Jabodetabek ke Cengkareng

Dalam acara ini dijelaskan mengenai Latar Belakang, Visi – Misi – dan Tujuan dibentuknya DMC Jabodetabek

Dipublikasi di Kegiatan | 2 Komentar

DMC JABODETABEK : Halal Bihalal 2010, Rolling from MONAS to ANCOL

Dipublikasi di Kegiatan, Touring | Tinggalkan komentar

Safety Riding IS NOT an OBLIGATION, BUT a SELF CONSCIOUS!

Safety Riding IS NOT an OBLIGATION, BUT a SELF CONSCIOUS!

Apa sih Safety riding menurut saya? 

Safety riding bukanlah sebuah kewajiban atau peraturan, tapi kesadaran diri pribadi sendiri:
1. Kesadaran akan keselamatan dirinya, 
2. kesadaran akan cinta dari orang-orang disekelilingnya, 
3. kesadaran bahwa kecelakaan itu menyakitkan. 

Safety Riding bukan sekedar menggunakan helm minimal full face, sepatu safety, body-knee-elbow protector, sarung tangan kevlar dll dsb. Bukan, safety riding tidak sedangkal itu.

Yang diatas itu adalah Safety Riding ala Anak Club/Komunitas Motor! Itu bukan Safety Riding, tapi PERLENGKAPAN PENDUKUNG SAFETY RIDING.

Safety Riding (SR) sesungguhnya, maknanya jauuuhh diatas sekedar “kaga pake helm cetok dan sendal jepit”. SR adalah bagaimana kita berkendara dengan kemampuan dan skill yang memadai dengan gaya berkendara kita. 

Maksud Loe..?  

Maksudnya adalah:
1. Kemampuan mengendalikan motor dalam segala tingkat kecepatan.
2. Kemampuan membaca kondisi jalan dan lingkungan
3. Kemampuan mengendalikan emosi
4. Kemampuan mematuhi Peraturan Lalu Lintas.
5. Kemampuan membaca karakter “lalu lintas” secara cepat & beradaptasi dengan kondisi jalan yang dilalui.
6. Kemampuan tidak membahayakan pengendara lain disekitar kita.
7. Kemampuan mengendalikan kondisi tubuh dan pikiran.
8. Kemampuan tetap sadar dan tidak panik kala kecelakaan.

wah.. panjang khan..? Kepalang daaahh.. 
1. Kemampuan mengendalikan motor dalam segala tingkat kecepatan.  
Setiap rider pasti bisa naik motor, apalagi motor sekarang rata2 kenceng dari orok nya. Tapi, apakah semua punya kemampuan berhenti dari kecepatan tinggi yang dikembangkannya? Apakah semua mampu mengendalikan motor apabila tiba2 ada handicap/halangan yang muncul tanpa diduga? 
Jika jawabannya YA, satu step dari Safety Riding sudah terlaksana. 

2. Kemampuan menghapal kondisi jalan dan lingkungan sehari-hari  
Setiap rider wajib “hapal” kondisi jalan yang dilaluinya sehari2. Dimana ada lubang, dimana ada polisi tidur, dimana ada perempatan berbahaya dll. Sehingga kemungkinan terjadi kecelakaan pada jalur itu bisa di reduce./dikurangi.
Jika jawabannya YA, satu step lagi dari Safety Riding sudah terlaksana. 

3. Kemampuan Mengendalikan Emosi  
Setiap rider, wajib hukumnya dapat mengendalikan emosi. Biasanya, rider kampungan kalau ribut ama pacar langsung ngebut kaya orang gila dijalanan, tanpa peduli dengan pengendara lain dan lingkungan. Kalau mau mati, mendingan loncat aja dari fly over bro, jangan nyusahin orang lain!
Selain contoh itu adalah, mengurangi kesempatan terjadi perkelahian/persinggungan dijalan raya. Percuma pake helm full face dan full protector tapi muka bengep gara2 ditonjok orang dijalan. 
Jika jawabannya YA, satu step lagi dari Safety Riding sudah terlaksana. 

4. Kemampuan Mematuhi Peraturan Lalu Lintas.  
Godaan menerobos lampu merah dikala malam yang sepi dan gak ada polisi itu selalu ada. Tapi ingat, di Jakarta banyak penganut ilmu Dedi Corbuzier alias naik motor gak pake lampu malam2. Niat iseng nerobos lampu merah bisa berakibat fatal!
Jika jawabannya YA, satu step lagi dari Safety Riding sudah terlaksana. 

5. Kemampuan membaca karakter “lalu lintas” secara cepat & beradaptasi dengan kondisi jalan yang dilalui.  
Seorang Rider yang baik, akan observasi singkat terhadap kondisi jalan yang dilalui, dalam artian karakter dari pengendara2 lainnya dijalan itu. 
Perhatikan saja, pengendara di jalur Djuanda Depok, berbeda dengan karakter pengendara di Pasar Minggu. Atau di Ciledug, berbeda jauh karakternya dengan di Jalan Panjang.
Seorang Rider yang baik dituntut mampu beradaptasi dengan setiap kondisi jalan dan karakter pengendara dijalan yang dilaluinya itu.
Beberapa jalan di jakarta banyak pengendara motor yang suka belok tiba2 dari kanan ke arah kiri tanpa sign. 
Jika jawabannya YA, satu step lagi dari Safety Riding sudah terlaksana. 

6. Kemampuan tidak membahayakan pengendara lain disekitar kita.  
Aroganisme kadang menjadi virus membahayakan dikalangan “anak motor”. Ketika berjalan sendiri, paling narsis dan bangga terhadap motornya. Tetapi ketika berjalan berombongan, alamaakk rombongan pengantar jenazah aja kalah sadis dan ekstrem nya!!! 
Kadang kelakuan ini membahayakan pengendara lainnya di jalan tersebut. Ingat, dalam satu rombongan skill/kemampuan berkendara tiap member tidak sama dan seimbang. Mungkin yang didepan jago, tapi yang dibelakang blo’on akhirnya senggolan dengan pengendara lain akhirnya celaka. 
Jika jawabannya YA, satu step lagi dari Safety Riding sudah terlaksana. 

7. Kemampuan mengendalikan kondisi tubuh dan pikiran.  
Banyak kecelakaan terjadi karena seorang rider mengabaikan “peringatan” dari tubuhnya, alias memaksakan diri. Contohnya sudah tahu mengantuk, bukannya menepi dan beristirahat malahan maksa jalan terus, akhirnya ketiduran diatas motor dan terbang dari Fly Over! Atau hal mudah, menahan kencing atau buang air besar. Bukannya mencari pom bensin utk buang hajat, tapi maksa kudu sampe tempat tujuan, akhirnya ngebut dan konsentrasi terpecah. Gak mau khan kecelakaan terus pingsan dengan kotoran yang tadi ditahan keluar lalu blepetan..? Gak cihuy banget! Gak cool bro!  

8. Kemampuan tetap sadar dan tidak panik kala kecelakaan.  
Jika suatu saat akhirnya terjadi kecelakaan, seorang rider tidak boleh panik dan “tidak rela jatuh”. Jika harus jatuh, yah jatuhlah dengan teknik yang benar.
Apa sih itu teknik jatuh yang benar?
Secara singkat adalah:
a. Tidak memegang motor
b. Walau sekelibat, cari tempat jatuh yang aman.
c. Kepalkan semua jari tangan dan tekap depan dada, jangan depan helm. Kaki tekuk sedekat mungkin dengan perut.
d. Berguling, jangan terlentang/tengkurap.
e. Jangan peduli hal yang lain selain selamat dulu dari jatuh ini.
f. Jangan langsung berdiri, tapi yakinkan tempat berhenti bergulunganya aman dan tidak ditengah jalan.
g. Ambil napas dan rasakan apakah ada luka dalam/nyeri didalam dan duduk dengan tenang.
h. Setelah 10 detik dan tidak pusing, baru lihat kondisi motor dan korban lain. 
i . Apapun yang terjadi jangan panik, jangan emosi dan tetap waspada. Periksa barang2 bawaan dan boncenger jika ada.
j. Telpon kawan2 terdekat dan minta bantuan, itu gunanya masuk komunitas/club.

Nah.. 
Kalo menurut gw, itulah safety riding.. 
Bukan sekedar harus pake sepatu walau kewarung didalam kompleks,
Bukan sekedar harus pake helm standar walau mengantar emak kedepan gang,
Bukan sekedar MALU pake Helm Cetok dan Sendal Jepit…

Safety Riding adalah Kesadaran Pribadi.
Kesadaran bahwa Celaka Itu Sakit.
Kesadaran bahwa Celaka Itu Rugi
Kesadaran bahwa jika memang celaka, setidaknya efeknya bisa diminimalisir.

Salam dan maaf jika ada yang kurang berkenan.

Dipublikasi di Pedoman DMC | 3 Komentar

7 (Tujuh) Kecelakaan Motor Dan Cara Menghindarinya

7 (Tujuh) Kecelakaan Motor Dan Cara Menghindarinya

artikel asli di copy dari: 7 Peti Mati ( 7 Deadly Bins )
firman1910@yahoo. com <mailto:firman1910@yahoo. com>

Artikel berikut adalah 7 skenario tabrakan yg didasari dari
kecelakaan yg sebenarnya dimana si pengendara2 motor ybs tewas.
Mereka tak sempat menerangkan apa yg salah, jadi dibuatlah skenario
ini, menghindari maut dan tetap selamat dgn mempelajari kesalahan
mereka.

1. Perpotongan Jalur Berbahaya (Junction Jeopardy)

Pembunuh nomor satu, tabrakan di perpotongan jalur selalu sama dan
berakibat serius, dapat terjadi pada siapa saja yg biasanya
pengendara lain yg terlibat mengklaim bahwa mereka tak melihat ada
motor datang, meskipun begitu pengendara motor bisa menghindari dgn
defensive riding dan tetap awas.

Apa yg salah :

Pengendara motor berjalan di belakang sebuah mobil, ketika mobil tsb
belok kiri, motor melaju bermanuver melewati mobil tsb di sisi kanan,
ternyata dari arah kiri ada mobil lain yg melaju baik lurus maupun
belok kanan/kiri.

Cara menghindar kesalahan :
- jangan pernah mendahului dari kanan dimana bisa jadi ada kendaraan
masuk/belok di jalur anda tanpa peringatan, dahului dari kanan bila
jelas2 perpotongan jalur tsb bersih dan aman tak ada kendaraan lain.
- masuki tiap perpotongan jalur dgn sebanyak mungkin penglihatan dan
informasi, perhatikan posisi kendaraan dan lampu2 sen, tapi jangan
menyimpulkan apa2. Nantikan yg tidak dinanti nanti.
- tanyakan pada diri sendiri “sudahkah saya terlihat?”, pastikan anda
di garis lihat pengendara mobil, kalau perlu terjadi kontak mata,
bila ragu2 siapkan yg terburuk.

2. Tikungan yg Kacau (Cornering Chaos)

Jujur saja, tewas ditikungan adalah mati konyol, karena bisa
dihindari dan tak ada alasan yg pantas utk itu. Tetap hidup, dlm
kasus ini sangat sederhana, berkendaralah dgn keterbatasan anda.
Status membuktikan bahwa pengendara motor tak berpengalaman atau yg
sudah lama tak bawa motor adalah yg terbanyak mendapatkan kecelakaan
ini, yg mengejutkan adalah terjadi meski jalan tidak basah.

Apa yg salah :
Pengendara motor memasuki tikungan terlalu cepat hingga gagal
prediksi radius tikungan dan tak sempat melihat keadaan di ujung
tikungan lalu berada di garis tikung yg tdk tepat hingga terlalu
dekat dgn jalur arah lawan dan gagal menikung dgn benar hingga panik
(ada yg menurunkan gas dan mengerem) hingga ketika keluar tikungan
motor malah lari jauh ke arah lawan hingga bertabrakan dgn kendaraan
dari depannya.

Cara menghindar kesalahan :
- rem dan atur posisi gigi segera, atur kecepatan hingga bisa merubah
jalur menikung bila diperlukan, perhatikan keadaan tikungan bila ada
tanda2 marka jalan kemana arah tikungan tsb.
- masuki garis tikungan dgn penglihatan terbaik utk melewatinya -
bukan garis tikungan balapan, dgn menyisakan ruang antara anda dan
kendaraan dari arah lawan.
- jika tiba2 tikungan menyempit (baik keadaan jalan maupun ada
kendaraan lain), jangan panik, karena panik bisa membuat motor hilang
kendali.

3. Mendahului yg Kebablasan (Overtaking Oblivion)

Tabrakan ketika mendahului adalah kasus paling banyak ke tiga dlm
kecelakan motor, meskipun si pengendara motor biasa dan bisa
mendahului kendaraan yg melaju lebih lambat.

Apa yg salah :
Pengendara motor melaju terlalu dekat pada kendaraan didepannya
hingga banting setir kekanan dan berusaha mendahuluinya, ternyata
didepan kendaraan tsb ada kendaraan lagi hingga si pengendara motor
berusaha melewati keduanya, karena salah perhitungan dan salah atur
jarak lalu keluar jalur masuki arah lawan dgn tak ada waktu dan jarak
lagi utk pindah jalur hingga terjadilah tabrakan dgn kendaraan dari
arah lawan.

Cara menghindar kesalahan :
- kunci mendahului adalah perencanaan yg matang, jangan gak sabaran,
terburu2 atau agresif, posisikan diri anda dgn penglihatan terbaik
kearah jalan didepan, pastikan posisi gigi yg pas utk menaikkan
akselerasi.
- perhatikan jalan didepan dgn seksama, adakah hal2 yg berpotensi
bahaya? jika ada sedikit saja keraguan di hati, jangan mendahului!,
karena sebentaran saja anda dapat lagi kesempatan utk mendahului.
- lihat kaca spion dan area yg tak nampak di kaca spion lalu nyalakan
lampu sen dan segera mendahului secepat dan semulus mungkin, ambil
segera jalur semula dan jaga ruang antara anda dan kendaraan lain
seluas mungkin.

4. Pemilahan yg Rusak (Filtering F**k-Up)

Bisa memilah melaju melewati kendaran2 di jalanan yg ramai adalah
praktis maju yg terbesar dalam mengendarai motor sekaligus berbahaya.

Apa yg salah :
Pengendara motor melaju terlalu cepat di jalur 2 atau 3 dgn estimasi
kecepatan 45kpj lebih cepat dari kendaran lain disekitarnya yg akan
didahului, tiba2 salah satu kendaraan bermanuver pindah jalur tepat
didepannya hingga si pengendara motor tak bisa menghindarinya dan
terjadilah tabrakan.

Cara menghindar kesalahan :
- berkendaralah dgn kecepatan yg memungkinkan anda utk berhenti atau
bermanuver dgn tepat, disarankan jangan lebih dari 15kpj dari
kendaraan lain disekitar yg akan didahului.
- duduk tegak dan fokus terhadap jalan didepan, perhatikan tanda2 yg
berpotensi bahaya, awas terhadap lampu2 sen kendaraan lain,
perempatan2, pejalan kaki yg nyebrang dll, sisakan ruangan antara
anda dan kendaraan lain.

5. Berkendara kelompok yg Berdukacita (Group Riding Grief)

Berkendara dgn teman2 bisa menyenangkan sekaligus dapat menimbulkan
masalah. Berkendara kelompok tdk termasuk dlm catatan resmi kasus
kecelakaan bermotor, tapi secara tetap tercatat sbg faktor penyumbang
yg tidak bisa diabaikan. Porblem terbesar adalah si pengendara motor
beresiko kecelakaan karena keinginan utk show off atau pamer
kebisaanya bermotor didepan teman2nya. Berkendaralah dgn kenyamanan
anda sendiri, jangan terpancing oleh ulah teman anda.

Apa yg salah :
4 motor atau lebih berkendara kelompok, dgn 3 motor di belakang
sebuah kendaraan lain dan satu motor didepan kendaraan lain tsb
sekalgus di belakang kendaraan lain, satu dari 3 motor dibelakang
mencoba mendahului, tiba2 satu motor didepan tsb juga mendahului
kendaraan didepannya tanpa memberi tanda dan tak melihat spion, motor
yg dibelakangnya tak sempat menghindar hingga terjadi tabrakan.

Cara menghindar kesalahan :
- kecuali anda memiliki kepercayaan penuh terhdp teman2 kelompok
berkendara di sekitar anda, tetaplah dalam formasi dan memberi ruang
gerak yg banyak utk mereka, jangan coba2 menerka apa aksi dan manuver
yg akan mereka lakukan.
- beri kejelasan terhadap teman2 kelompok berkendara di sekitar anda
bila anda ingin bermanuver, menolehlah dan beri tanda2 yg jelas.
- ketika mendahului, pertimbangkan pula teman2 kelompok berkendara di
sekitar yg dibelakang dgn memberi ruang gerak yg cukup. jika
mengikuti motor lain, jangan dasari gerak mendahului anda dgn motor
yg ada didepan.

6. Tragedi Putaran (Turn Tragedy)

Ada beberapa kecelakaan yg melibatkan kendaraan yg memutar di U-Turn
dgn pengendara motor yg melaju dari arah lawan. Pengendara motor
biasanya jarang disalahkan terhadap jenis kecelakaan ini, tapi
tetaplah berhati-hati.

Prediksi dan bereaksi akan kecepatan dan keberadaan kendaraan lain di
jalur lawan dari kemungkinan berputar tiba2, jangan percaya pada
lampu sen yg diberikan karena bisa terjadi kesalahpahaman (seperti
ketika berputar memberi sen kanan, tiba setelah dijalur lawan masuk
ke kiri jalur).

Beri ruang gerak jika nampaknya kendaraan dari arah lawan akan
berputar, jika mendahului di satu jalur yg padat merayap, kendaraan
yg antri didepan biasanya bermanuver kekanan mencari celah jalan
didepannya.

7. Tabrakan belakang (Rear-end Wreck)

Melaju kencang di belakang kendaraan lain sepertinya terdengar bodoh
ya? bisa jadi, tapi mengejutkan, terhitung 10% kecelakan bermotor
dalam 9 grup contoh kecelakaan fatal dan menurut status, pengendara
motor biasanya banyak disalahkan dalam kecelakaan jenis ini daripada
kecelakan jenis lain, juga menunjukan terjadi pada pengendara motor
yg masih muda, laki laki dan mengendarai motor yg kecil.

Perhatikan jalan didepan, jangan terganggu dgn “pemandangan” yg ada
disekitar, bereaksilah segera terhadap lampu rem yg menyala didepan
atau tanda2 yg menyebabkan terjadinya kelambatan didepan.

Kenali rem motor anda, banyak pengendara motor tak menyadari potensi
akan rem motor mereka, sering2 lah tes rem mendadak dan kuat rem
motor anda di empat yg sepi dan beraspal bagus utk mengetahui
seberapa cepat motor anda berhenti, jangan berhenti mencoba pada tes
pertama, terus lah mencoba, usahakan berangsur angsur hingga
didapatkan perhentian yg maksimal.

Kesalahan dalam Percobaan (Error on Trial)

Kecelakaan tidak begitu saja terjadi, ada sebabnya. Kesalahan manusia
menjadi faktor utama. Berlawanan dari opini populer yg ada, tak semua
kecelakaan disebabkan oleh pengemudi mobil, pengendara motorpun
berbuat kesalahan. Dari Error on Trial yg dilakukan didapat data sbb :

Mobil
- gagal melihat dgn semestinya 18%
- gagal memutuskan10%
- kecerobohan 9%
- manuver yg buruk 8%
- kehilangan kendali 8%

Motor
- kehilangan kendali 14%
- gagal melihat dgn semestinya 14%
- gagal memutuskan10%
- manuver yg buruk 10%
- kecerobohan 9% 

Dipublikasi di Pedoman DMC | Tinggalkan komentar

PEDOMAN GRUP RIDING / KONVOI

STANDAR KONVOI (Group Riding)

Published Date 

2 September 2010 

   

ini adalah panduan sederhana tentang konvoi tapi lebih baik kita sebut sebagai penyeragaman atau standarisasi konvoi supaya ritme touring mudah dibentuk, terhindar dari kesan arogan dan tetap tidak mengganggu hak orang lain. yang paling penting dan perlu diingat adalah konvoi touring biker adalah bukan konvoi VVIP.
# motor dalam keadaan baik secara keseluruhan
# mental dan fisik biker maupun boncenger dalam keadaan fit secara keseluruhan
# patuhi semua standar SAFETY RIDER
# datang tepat waktu baik di start point ataupun di meeting point
# masuk dalam klotur (kelompok touring) yang telah ditentukan

TATA CARA PEMBERANGKATAN :
hal ini berlaku untuk setiap pemberangkatan baik dari start point dan setiap stop point (check point, emergency stop, dll) yang ditentukan oleh RC (road captain)
# RC memberikan tanda siap berangkat dengan menghidupkan mesin motornya dan
memposisikan motornya sebagai RC (terdepan)
# peserta mengikuti dengan membentuk barisan 1 (satu) kolom dan ditutup oleh Sp (sweeper)
# RC memberikan tanda akhir siap berangkat (lihat hand code) diikuti oleh peserta yang sudah siap
# Sp memberikan tanda konfirmasi siap berangkat kepada RC (lihat horn code)

TATA CARA KONVOI :
# dibagi dalam beberapa klotur dengan maksimum peserta 40 motor per klotur
# tidak membentuk garis lurus dengan motor didepannya
# posisikan motor lebih ke kanan atau ke kiri terhadap motor didepan
untuk memberikan jarak menghindar bila terjadi pengereman mendadak
# atur jarak aman sesuai kecepatan
# pastikan kecepatan tidak melebihi 80 kpj
# tidak melanggar lampu merah
# teruskan pesan hand code (kode tangan) dan foot code (kode kaki) kepada peserta dibelakang
# nyalakan lampu penerang jalan (lampu dekat)
# hidupkan lampu hazard (opsional)
# tidak menggunakan lampu strobo ataupun flip-flop
# tidak menggunakan sirine ataupun pengeras suara
# tidak membunyikan klakson terhadap hal yang tidak perlu atau sudah diwakili oleh RC
# tidak saling mendahului
# pendengaran tetap dominan terhadap kondisi sekitar
# usahakan selalu dan tetap tenang
# tidak meninggalkan peserta yang mengalami masalah (troble) dijalan

TATA CARA DI LAMPU LALU LINTAS (LALIN) ATAU DI PERSIMPANGAN :
# RC mengurangi kecepatan terutama saat lampu menyala kuning untuk menghindari putusnya konvoi
# tetap dalam konvoi kecuali ditentukan lain oleh RC
# tidak menerobos lampu merah sekalipun konvoi harus terputus

TATA CARA KONVOI TERPUTUS :
# Sp memberikan pesan horn code (kode klakson)
# RC mengurangi kecepatan
# setelah bebas dari hambatan, peserta yang terputus bersama Sp
mengejar konvoi dalam kecepatan aman max. 80 kpj
# setelah semua bergabung kembali Sp kembali memberikan horn code

TATA CARA MENGHALAU PENYUSUP :
# maksimalkan jarak motor dengan motor didepannya sesuai kecepatan
# berikan tanda dan berikan jalan untuk mendahului kepada calon dan penyusup
# Sp berusaha mengeluarkan penyusup dengan cara-cara yang baik

TATA CARA PESERTA MENGALAMI MASALAH :
# peserta berikan tanda darurat mohon berhenti jika memungkinkan
# RC memberhentikan konvoi
# Sp advice RC bila tidak mengetahui
# Sp atau salah satu peserta memberi tanda kepada klotur berikut
# tidak meninggalkan peserta dijalan dalam situasi apapun
# tidak meninggalkan peserta sendirian atau lebih baik lagi pending klotur

BILA TERJADI KECELAKAAN MINOR INJURED :
# Sp memberikan tanda kepada klotur berikutnya untuk tidak berhenti
# korban dirawat sementara
# bawa korban ke balai pengobatan terdekat bila perlu

BILA TERJADI KECELAKAAN MAJOR INJURED :
# parkir semua motor di lokasi aman (ditunggui salah satu peserta bila perlu)
# semua peserta mengamankan TKP dan atur lalin
# Sp memberikan tanda kepada klotur berikutnya
# evakuasi dipimpin langsung oleh RC
# RC broadcast berita dan
# wajib stop touring

BILA TERJADI MOGOK :
# klotur emergency stop
# ditangani oleh peserta yang mengerti
# RC cari bengkel terdekat bila tidak bisa ditangani peserta
# antar dan kawal motor ke bengkel terdekat

HAND CODE (KODE TANGAN)
# Tangan Kiri terkepal diatas helm dengan jempol menghadap kebawah:
Kode emergency dengan kendaraannya atau kondisi emergency lainnya. Wajib direspon petugas atau kawan dibelakangnya dengan klakson panjang.
# Tangan kiri/kanan direntangkan sudut 45 derajat disamping badan dengan posisi telapak menghadap kebelakang:
Ada handicap berupa orang/kendaraan berhenti di sisi kanan/kiri.
# Tangan Kiri/Kanan direntangkan sudut 45 derajat memberikan tanda jempol:
Kondisi sudah OK dan perjalanan bisa dilanjutkan.
# Tangan Kiri diangkat lurus keatas dengan jari telunjuk diacungkan (satu jari)
Barisan satu berbanjar kebelakang dengan posisi zig zag, dimulai dengan anggota terdepan dibelakang RC mengambil posisi sebelah kiri belakang RC, kedua di sebelah kanan belakang anggota pertama dan seterusnya dengan jarak lebar kira2 sebatas bahu kiri & kanan RC/anggota depannya.
# Tangan Kiri diangkat lurus keatas dengan jari telunjuk & jari tengah / jari telunjuk & jari kelingking (dua jari) diacungkan:
Barisan berbaris sejajar 2 berbanjar kebelakang. (khusus digunakan untuk konvoi dalam kota/kondisi jalan padat agar rombongan tidak terpencar serta pada saat masuk kesebuah lokasi)
# Tangan kiri diatas helm melakukan gerakan melingkar:
Rombongan berputar arah.
# Tangan kiri diangkat ditekuk sebatas kuping dengan telapak tangan mengepal:
Rombongan berhenti (lampu merah)
# Tangan kiri diangkat lurus keatas, diayunkan kedepan dengan telapak tangan terbuka:
Rombongan berjalan kembali.
# Tangan kiri diangkat lurus keatas, telapak tangan terbuka menghadap kekuping dan diayunkan keluar-kedalam:
Rombongan satu banjar kebelakang merapat satu baris dari posisi zig zag. Biasanya kode ini dilakukan pertama oleh RC bila rombongan akan menyusul kendaraan atau jalanan sempit/gang.
# ancungan jempol = salam brotherhood
# Tangan Kiri diangkat lurus keatas dengan lima jari = konvoi bubar untuk kembali bergabung setelah melewati rintangan (macet)
# menunjuk arah = siap-siap berbelok ke arah yang ditunjuk

FOOT KODE (KODE KAKI)
# turunkan kaki kiri = menunjukan adanya handicap/halangan dijalan berupa lubang atau con atau pembatas jalan dan lain2 yang berupa benda mati disebelah kiri.
# turunkan kaki kanan = menunjukan adanya handicap/halangan dijalan berupa lubang atau con atau pembatas jalan dan lain2 yang berupa benda mati disebelah kanan.
# turunkan kedua kali = menunjukan jalanan rusak, bergelombang, marka melintang, rel kereta api, polisi tidur atau genangan air.

HORN CODE (KODE KLAKSON)
# bunyi panjang = konfirmasi siap berangkat (hanya sweeper);
tanda klotur putus (hanya sweeper);
tanda konvoi sudah kembali komplit setelah terputus (hanya sweeper)
# bunyi pendek dua kali = salam brotherhood
Kondisi Darurat : Bunyikan klakson panjang tanpa henti dan diikuti oleh kawan2 yang lain agar petugas bisa menghentikan rombongan.
Warning: Bunyikan klakson 2x sebanyak 3 kali berturut2. Digunakan kala kendaraan kawan didepan ada kerusakan/tidak beres. Contoh, barang bawaan miring, bracket box patah, ban kempes dll.
Stop and Go: Bunyikan klakson 3x sebanyak 2 kali dimulai dari barisan paling belakang dan disusul kawan didepannya sampai kepada RC, sebagai penanda rombongan akan berjalan dari kondisi berhenti.

PANDUAN TOURING GROUP DAN PERSIAPANNYA

Published Date 

2 September 2010 

   

 

Para peserta touring diharapkan mempersiapkan kondisi kendaraan se-MAKSIMAL
mungkin. Minimal persyaratan safety kendaraan harus sudah terpenuhi. 

Peserta diwajibkan untuk mengisi FULL tangki bahan bakar sebelum keberangkatan sehingga tidak mengganggu kelancaran perjalanan awal.

Metoda blocking di lampu merah, pesimpangan jalan agar peserta konvoi tidak
terputus, diwajibkan tidak terjadi sama sekali dalam touring. 
Petugas harus ber-koordinasi bila harus memecah barisan dalam dua kelompok atau
jumlah yang lebih kecil, untuk nantinya kembali bersatu di areal yang
dinilai aman dan tidak mengganggu mobilitas lain di jalan raya.

HAL2 PENTING YG HARUS DI PATUHI PETUGAS & PESERTA TURING

KONDISI FISIK
1. Diharapkan seluruh peserta turing dalam kondisi SEHAT.
2. Dianjurkan sudah melakukan pemanasan tubuh sebelum mengendarai motornya.
3. Dianjurkan CUKUP ISTIRAHAT sebelum keberangkatan turing .
4. Dianjurkan untuk makan makanan yg bergizi, yg mengandung karbohidrat dan protein 
sebelum keberangkatan turing, demi menjaga kondisi tetap primapada saat perjalanan.
5. Dianjurkan untuk minum minuman suplemen penambah tenaga agar kondisi
tetap terjaga dan tidak mengantuk selama perjalanan.

PERLENGKAPAN DIRI
1.Pakaian dan peralatan pribadi
a. Baju dan Celana ganti.
b. Baju hangat/sweater.
c. Sarung/Sleeping Bag/Matras.
d. Kaos kaki cadangan.
e. Peralatan MCK (handuk, sabun, sikat gigi, pasta, dll.)

2. Perbekalan
a. Makanan kecil/snack/roti.
b. Air mineral/suplemen.

3. Peralatan Penunjang
a. Senter
b.Kantong plastik secukupnya
c. Tali secukupnya
d. Solatip/lagban
e. Gunting
f. Pisau cutter.

4. Surat-surat (diri dan kendaraan)
a. SIM
b. STNK
c. KTP
d. dll

5. Peralatan Pengendara (Standar Safety Riding)
a. Helm (Half/Full Face)
b. Sepatu menutupi mata kaki.
c. Jaket touring.
d. Sarung tangan (dianjurkan yg full finger)
e. Jas hujan (bukan ponco)
f. Rompi/Body protector
g. Balac/Kupluk
h. Arm & Knee Protector

PERSIAPAN KENDARAAN
1. Fungsi STANDAR kelengkapan motor harus tetap terpasang dan berfungsi.[/b]
a. Kaca spion kanan – kiri.
b. Klakson.
c. Lampu Depan, lampu sein, lampu rem
d. Spatbor (jika perlu diberi tambahan)
e. Ban (depan min. ukuran 2.50, belakang min. ukuran 2.75)
f. Speedo meter, indikator bensin, dll.

2. Motor sudah di TUNE-UP, minimal seminggu sebelum keberangkatan
turing.
a. Stel klep.
b. Setting dan Clean Karburtaor + saringan.
c. Ganti oli.
d. Cek busi.
e. Cek kopling.
f. Cek rantai keteng.
g. Cek spul dan magnet.

3. Periksa ketinggian air ACCU.
4. Cek CDI, Coil, Kiprok.
5. Cek kanvas REM.
6. Minyak rem (untuk rem cakram).
7. Cek tekan angin pada BAN dan kelayakannya.
8. Cek VELG.
9. Cek KELISTRIKAN/lampu dan kabel2 penunjang,
a. Sekering.
b. Lampu malam (jauh/dekat).
c. Lampu senja.
d. Lampu rem.
e. Lampu sein.
f. Lampu indikator.
g. Lampu Aksesories.
h. socket2 kabel dan relay (bersih dan tidak berkerak).
i. kabel2 dalam keadaan baik.

10. Cek fungsi SWITCH/tombol2 pd stang.
11. Cek ketegangan RANTAI.
12. Cek dan kencangkan semua BAUT yg terpasang pd motor.

PERALATAN PENUNJANG (wajib)
1. Tool kits (standar).
a. Kunci pas/ring.
b. Kunci Busi.
c. Tang.
d. Obeng plus/min.
e. Kunci inggris.
2. Baut, mur, ring (cadangan).
3. Bola lampu (cadangan)
4. Sekering (cadangan min. 2 buah).
5. Busi (cadangan).
6. Tali kopling (cadangan).
7. Kabel (cadangan).
8. Lap/kain.

PERALATAN PENUNJANG (tidak wajib)
1. Oli
2. Air accu
3. Ban dalam
4. Chain lube/WD40
5. Tip-top
6. Ampelas
7. Power glue

**********

TATA TERTIB

Seluruh peserta turing di harapkan hadir 3~2 jam sebelum keberangkatan,
agar bisa mengikuti briefing pelaksanaan tata tertib ketentuan dalam
perjalanan, juga agar bisa dilakukan pengecekan/scruiting kendaraan seluruh
peserta oleh UKB, serta persiapan2 lainnya.

TATA TERTIB PESERTA TURING
1. Mematuhi peraturan Lalu Lintas.

2. Diharapkan tidak bercanda/ngobrol dengan sesama peserta (apabila tidak
diperlukan).

3. Tidak di perbolehkan melakukan manouver2 yg sekiranya membahayakan diri
sendiri, peserta lain juga pengguna jalan lain.
4. Saling menghormati dengan sesama pengguna jalan.
a. Tidak berbuat arogan dan meng-intimidasi pengguna jalan lain.
b. Memberi kode dan isyarat dgn sopan ketika meminta jalan, juga jangan lupa memberi ucapkan terima kasih sesudahnya dengan mengacungkan jempol.

5. Mengikuti semua petunjuk dari Road Captain (RC), serta wajib meneruskan
semua petunjuk tadi ke seluruh barisan hingga barisan yg paling belakang.
a. Kode tangan (Hand Code)
b. Kode kaki (Foot Code)

6. Peserta turing wajib mentaati perintah dari petugas turing (RC, Blocker,
Sweeper)

7. Tidak menyalakan/membunyikan sirene atau klakson secara terus menerus
selama lm perjalanan, kecuali pada saat2 yg memang sangat diperlukan.

8. Tidak boleh sambil merokok selama berkendara.

9. Tidak menggunakan/dalam pengaruh obat2an. 

Demikian penjelasan tentang persiapan dan tatib turing yg wajib dimengerti
dan dipatuhi Oleh semua petugas dan peserta Turing.
DEMI KENYAMANAN DAN KESELAMATAN SELURUH PESERTA TURING, UKB dengan berat
hati tidak mengijinkan peserta yang tidak memenuhi kriteria keselamatan
berkendara yang sudah di sebutkan diatas untuk mengikuti touring.

Mari kita Kampanye-kan Disiplin Berkendara, Tertib Lalin dan menghormati
sesama pengguna jalan.

Mari kita minimalkan resiko kecelakaan yg mungkin terjadi.

Mudah2an semua itu bisa mengangkat citra bikers di masyarakat pada umumnya,
juga sesama pengguna jalan pada khususnya.

Dipublikasi di Pedoman DMC | 4 Komentar

DMI SURABAYA : Touring From Surabaya to Malang

Touring DMI ( Disable Motorcycle Indonesia ) From Surabaya To Malang :

DMI ( Disable Motorcycle Indonesia ) Surabaya :

Ketua : Abdul Syakur

Wakil Ketua : Syaiful Bahri

Dipublikasi di Kegiatan, Touring | Tinggalkan komentar